TEORI KEADILAN : “PENGARUH PEMIKIRAN ETIKA ARISTOTELES KEPADA SISTEM ETIKA IBN MISKAWAIH”

  • Iskandar Zulkarnain
Keywords: Keadilan, Etika Aristoteles, Etika Ibn Miskawaih

Abstract

Pada prinsipnya setiap orang menghendaki tegaknya prinsip-prinsip keadilan. Prinsip-prinsip tersebut tentunya dibangun melalui keragaman nilai-nilai yang berlaku dalam situasi tertentu. Dari pelbagai kumpulan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. memiliki titik persamaan untuk mencapai suatu masyarakat yang harmonis, makmur, dan juga selaras. Persamaan nilai-nilai tersebut dirumuskanlah suatu konsep yang rasional dan disepakati oleh sebagian pakar yaitu keadilan. Mengenai keadilan, Aristoteles mengemukakan jauh sebelumnya yaitu sebuah pilihan dan pertimbangan hasrat dan akal. Akal berperan penting, karena tanpa akal, maka kita tidak memiliki kapasitas apapun. Itu karena berbuat baik itu tidak terjadi secara alamiah. Perbuatan baik akan terjadi apabila kita menggerakkan potensi kita agar menjadi actual dengan mengetahui apa yang harus kita lakukan, mempertimbangkannya dengan hati-hati, kemudian memilihnya. Pemikiran keadilan Ibnu Miskawaih banyak mengutip dari pemikir pemikir sebelumnya terutama Aristoteles. Dalam karya Aristoteles, ”Nicomachean Ethics (Kitab Suci Etika),” buku ini membahas tentang konsep etika manusia. Ibnu Miskawaih banyak mengutip karyanya dari buku etika tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa adanya persamaan pemikiran keadilan Ibnu Miskawaih dengan pemikiran Aristoteles. Persamaannya adalah pada bagian prinsip-prinsip etika yang membawa manusia kepada jalan yang benar. Perbedaan pemikiran keadilan kedua filosof tersebut, yaitu upaya mencapai keutamaan moral tersebut. Aristoteles mencapainya dengan jalan akal, bahwa keutamaan moral dapat dicapai seseorang melalui riyadoh atau latihan untuk merubahnya sekalipun ia dilahirkan dengan ketentuan memiliki moral yang tidak baik. Menurut Ibnu Miskawaih upaya mencapai kebajikan dengan jalan syariat Islam, bersumber kepada Al-Qur’an dan hadits. Dengan cara ini, akhlaq seseorang akan didik menjadi manusia yang baik dan sempurna. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemikiran keadilan Ibnu Miskawaih banyak dipengaruhi oleh pemikiran Aristoteles.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-03-22
How to Cite
.
Section
Articles